Sabtu, 26 Januari 2013

Dewan Intelijen Amerika: Indonesia Akan Ambil Alih Peran Eropa


Masa depan Indonesia, kembali diperhitungkan oleh dunia. Kali ini, berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat. Dalam sebuah laporan berjudul “Global Trends 20130: Alternative Worrlds” menyebutkan semakin berperannya Indonesia dalam percaturan global.
Dikatakan, bersama sejumlah negara berkembang lainnya Indonesia akan memiliki peran lebih dominan di bidang ekonomi dan politik pada tahun 2030. Negara-negara ini akan mengambil alih peran negara-negara barat seiring dengan kian menyusutnya peranan Eropa akibat stagnasi pertumbuhan ekonomi yang dialami dalam dasa warsa terakhir.
Pada 17 Desember 2012, Business Times melansir mengenai perkiraan Asia yang akan melampaui Amerika Utara dan Eropa dalam ukuran produk domestik bruto, jumlah populasi, belanja militer dan investasi teknologi. Pengetahuan yang lebih dalam tentang kondisi banyak negara di berbagai kawasan mengingat selama ini Dewan Intelijen Amerika menyediakan informasi bagi komunitas intelijen di negara-negera tersebut.
Dewan menyebutkan bahwa ke depan prospek ekonomi dunia akan semakin bergantung pada posisi negara-negara berkembang yang dipimpin oleh Cina, India dan Brazil. Sementara itu, Negara-negara lain sebagai pemain utama di kawasan, seperti Indonesia dan Korea selatan di Asia, Columbia dan Meksiko di Amerika Selatan, juga akan menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi global.
Saat ini, negara-negara yang disebutkan di atas telah memainkan peran penting dalam perekonomian dunia dengan menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,  mereka pun berkonstribusi sekitar 40 persen atas investasi di seluruh dunia.
Dewan Intelijen berpendapat, di masa depan besaran angka itu diperkirakan akan semakin meningkat yang akan berpotensi dalam memberikan tantangan ketidakstabilan global.
“Kontrasnya, pertumbuhan yang cepat di negara-negara kawasan itu membuat ketidakseimbangan  global dimana telah menyumbang terjadinya krisis finansial pada tahun 2008 dan sistem internasional,” demikian ungkap laporan itu, sebagaimana dikutip dari sini.
Menurut laporan Dewan Intelijen, tantangan yang akan dihadapi seiring perubahan konstelasi global adalah apakah meningkatnya ketidakpastian akan mengakibatkan kerusakan sistem global, ataukah justru perkembangan pusat-pusat pertumbuhan baru akan membuat daya tahan ekonomi global yang kian meningkat.
Adanya krisis finansial sejak 2008 lalu yang masih dirasakan hingga saat ini dan bebarapa tahun ke depan, membuat negara-negara Barat kian berusaha kuat agar tidak kian terperosok lebih dalam, sehingga menimbulkan krisis berkepanjangan.
Sebuah saran pun diberikan untuk Indonesia agar terhindar dari dampak krisis Eropa tersebut. Disebutkannya, catatan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diperlukan konsentrasi agar terus dapat dijaga secara berkelanjutan.
Indonesia harus mampu menghindari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Suatu kondisi di mana pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tidak akan bisa tumbuh lagi mencapai pendapatan lebih tinggi seperti di masyarakat negara maju.
“Untuk menghindari kondisi itu, Indonesia harus mempertimbangkan untuk menerapkan perubahan yang luas pada peran lembaga social dan politik,” saran Dewan Intelijen.
Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia berlangsung relatif stabil pada kisaran angka yang cukup tinggi, di atas 6 %. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat  hanya kurang dari separuhnya. Apalagi, negara-negara Eropa justru banyak yang mengalami resesi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stagnan, atau bahkan negatif.
Saat ini, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia berada pada angka US $ 3.500. Dewan Intelijen Amerika Serikat menganggap serius program pemerintah Indonesia, masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).
Menurut Dewan, program pengembangan infratruktur nasional senilai Rp 4.000 triliun tersebut akan mampu membantu pemerintah Indonesia dalam meraih predikat sebagai negara kuat pada tahun 2025 mendatang.
Sebelumnya, McKinsey Global Institute (MGI), pengamat dan konsultan ekonomi global telah memberikan apresiasi yang sama atas perkembangan ekonomi Indonesia. Mereka pun memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara berpengaruh di dunia.
Pada tahun 2030, ekonomi Indonesia diperkirakan akan menempati posisi 6 atau 7 negara terbesar ekonomi dunia, mengalahkan ekonomi Inggris dan Jerman. Tahun ini, Indonesia baru saja menyalip ekonomi Belanda dari peringkat ke-15ekonomi dunia, dan tahun depan akan mengalahkan Spanyol.

2 komentar:

  1. Mudah-mudahan saja perkiraannya benar.

    BalasHapus
  2. @ tukang recok: ya pak, semoga saja berita itu benar

    BalasHapus